Posts

Showing posts with the label Inequality

Toward a Positive Trend of Wealth Career

Image
Owning a house is important as it provides asset value protection as well as give a function as a shelter to the occupants. A house can be converted into cash allowing families to support themselves during a period of low income such as in pension age, or unexpected events such as economic crisis.  Hence, some people push themselves to own a house even they must borrow money or a mortgage. The mortgage, combined with other kinds of debts (like education credit, consumption credit) can reduce households' ability to support themselves during financial hardship as mentioned above.  Therefore, supporting families to have a higher asset accumulation is important as it can lead to a higher ability for households to deal with a crisis. Wealth Career   A wealth career indicates the changes of wealth level during one person's age that is accompanied by the changes in income and debts. In general, a person has zero wealth (and zero income and debts) during his/her school age. ...

Subisidi untuk Hunian Sewa, a Loophole?

Image
Source: shutterstock.com Pemerintah harus memastikan setiap warganya memiliki hunian sendiri karena memiliki hunian merupakan kebutuhan pokok dan merupakan hak setiap orang; bahkan bersama sejak awal konsep kebutuhan pokok terdiri dari tiga yakni sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (hunian).  Selain itu, orang atau keluarga yang memiliki hunian sendiri akan mendapat keuntungan lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki hunian sendiri yakni dapat menikmati nilai properti yang naik dari tahun ke tahun dan sekaligus memberi nilai guna bagi penggunanya.  Intervensi pemerintah pada akses pada hunian hendaknya langsung ditujukan untuk membuat setiap orang memiliki hunian sendiri melalui penyediaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat. Jika pemerintah memberi intervensi di sistem hunian sewa, pemerintah juga harus memastikan bahwa si pemilik hunian sewa tersebut adalah pemerintah sendiri.  Subsidi Hunian Sewa Mereka yang berada di awal mula karir untuk memilik...

Create Spatial Weight Matrix for Provinces in Java Island

Image
The spatial weight matrix is one crucial component in the spatial analysis models as it represents the relationship between one region with others. There are two kinds of spatial weighting matrix: contiguity and distance-based matrix. In a contiguity matrix, two regions are considered as neighbour if they share the same border, that represented with 1 symbol. While not neighbouring regions will be coded 0. On the other hand, each cell in the distance-based matrix shows the distance between the two regions.   Figure 1. Java Island, Indonesia In this article, we will create a spatial weight matrix of provinces in Java Island (Figure 1). For the six provinces in Java Island, there will be a 6x6 matrix. The creation of a contiguity matrix should be started by identifying the relationship status between one region and others (Table 1).   Then, the contiguity matrix is created (Table 2) Table 1. The Relationship between Regions Table 2. Contiguity Matrix One drawback ...

What is the Proportion of Debts Owned by Different Classes in Indonesia?

Image
An Application of Jann (2016) for Concentration Shares of Wealth in Indonesia, 2014   We may want to know how household debts are distributed across classes in Indonesia. In this example, the classes are based on total wealth value. Thus, one may ask how many debts are owned by the 10% poorest households? or do the 10% richest households hold the largest percentage of debts? We start the estimation by describing the distribution of total wealth (Table 1 and Figure 1). There is an unequal distribution of total wealth in Indonesia, where 10% of the poorest household held 0.11% of total wealth, while 10% of the richest households hold 51.09% of total wealth. Similar results are found when implementing - pshare - command (Table 2 and Figure 2). Table 1.  Total Wealth Distribution Figure 1. Total Wealth Distribution Table 2.  Total Wealth Distribution by using Jann (2016) Figure 2. Total Wealth Distribution by using Jann (2016)  Then, how many debts owned by eac...

Upah Minimum dan Standar Hidup

Image
Tidak semua daerah memberlakukan kenaikan upah minimum kabupaten/kota untuk tahun 2021. Beberapa daerah tetap dengan UMK lama, yakni 2020. Sementara daerah lain menyetujui kenaikan UMK 2021, meski dalam nominal kecil. Kota Bekasi Beberapa kabupaten/kota dengan UMK 2021 tertinggi di Indonesia adalah: 1. Kabupaten Karawang Rp 4.594.000  2. Kota Bekasi Rp 4.589.000  3. Kabupaten Bekasi Rp 4.498.000  4. Seluruh Kotamadya DKI Jakarta Rp 4.276.000  5. Kota Cilegon Rp 4.426.000  6. Kota Depok Rp 4.202.000  7. Kota Surabaya Rp 4.200.000  8. Kota Tangerang Rp 4.199.000  9. Kota Gresik Rp 4.197.000  10. Kabupaten Sidoarjo Rp 3.864.000 Sumber:  kompas.com Argumen pemerintah adalah saat pandemi COVID-19 sekarang, menaikkan upah minimum bukan pilihan bijak saat dunia usaha juga sedang mengalami tekanan. Upah minimum kabupaten/kota (UMK) adalah upah minimum yang harus diberikan kepada pekerja setiap bulan sebagai imbalan atas jasa yang diberikannya, d...

Kenaikan Semu Kekayaan Keluarga

Image
Banyak anak banyak rejeki. Rejeki mungkin bertambah banyak, tapi saat orang lain punya rejeki jauh lebih banyak bisa jadi Anda bukan semakin kaya tapi malah semakin miskin. Big family, problems all the way: small family, happiness all the way. Sumber:  https://collections.nlm.nih.gov/catalog/nlm:nlmuid-101455001-img Gambar di atas adalah poster kampanye perencanan keluarga di India yang diterbitkan oleh Ministry of Health and Family Welfare India pada tahun 1992. Terlihat foto terbagi menjadi dua bagian, dengan satu sisi menunjukkan keluarga besar, dan sisi lain menunjukkan keluarga yang lebih kecil. Masing-masingnya memiliki konsekuensi, yang tertulis di bagian bawah masing-masing gambar. Di Indonesia, tujuan yang lebih spesifik nampak pada logo lama milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menunjukkan suami istri berpegangan tangan dengan masing-masing didampingi oleh satu anak.  ' Sementara logo baru BKKBN yang diluncurkan tanggal 2 Januari 2020...

Banyak Anak Banyak Rezeki: Dua Kelompok, Dua Hubungan yang Berbeda

Image
Banyak anak banyak rezeki. Apakah banyak rezeki berarti juga lebih sejahtera? Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan rezeki sebagai berikut: rezeki/ re·ze·ki / n 1 segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; 2  ki  penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan;--  elang tak akan dapat (dimakan) oleh musang (burung pipit), pb  setiap orang ada keuntungannya masing- masing;  ada nyawa (umur) ada --   , pb  selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha; Ada yang menganggap rezeki tidak harus dinilai dengan uang, karena rezeki dapat berupa badan sehat, jarang sakit, keluarga harmonis, atau hubungan sosial dengan tetangga dan rekan kerja baik. Saya menganggap rezeki masih berupa prasyarat untuk mencapai kesejahteraan lebih baik. Rezeki adalah konsep yang abstrak, sulit diukur secara obyektif, sehing...

Output dan Outcome Dunia Pendidikan

Image
Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah (Source: The World Bank) Angka partisipasi sekolah semakin tinggi namun outcome tetap rendah Laporan Bank Dunia 2019 yang berjudul The Promise of Education in Indonesia ( pdf)  menunjukkan bahwa meski tingkat partisipasi sekolah di Indonesia meningkat namun outcome yang dihasilkan tetap rendah. Indikator pendidikan yang diukur dari kuantitas pendidikan, yakni lama sekolah dan angka partisipasi sekolah menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Namun, perbaikan pendidikan dari sisi kuantitas ternyata tidak diimbangi dengan perbaikan dari sisi kualitas. Kualitas dari proses pendidikan dapat diukur dari outcome dan output yang dihasilkan. Outcome dan output merupakan hasil dari sebuah proses. Namun dua hal tersebut memiliki perbedaan yang substansial. Output merupakan hasil yang terlihat setelah proses selesai. Sementara outcome merupakan perubahan prilaku output karena adanya proses yang diberikan. Dalam dunia pendidikan, hasil a...

Palma Ratio Indonesia

Image
Koefisien Gini secara luas digunakan sebagai pengukuran kondisi ketimpangan. Hal ini didasari bahwa koefisien Gini merupakan salah satu metode pengukuran ketimpangang yang paling tua, diajukan oleh Corrado Gini pada tahun 1912. Koefisien Gini memiliki nilai dalam rentang 0 dan 1. Semakin tinggi nilai Gini maka kondisi ketimpangan semakin parah. Maka, satu negara/ daerah yang memiliki koefisien Gini lebih tinggi daripada negara/ daerah lain dianggap memiliki tingkat ketimpangan lebih tinggi. Namun koefisien Gini ternyata tidak mampu melihat lebih ke dalam bagaimana distribusi yang terjadi di setiap kelas masyarakat. Misalnya ada negara A dan B memiliki koefisien Gini yang sama. Namun bagian pendapatan yang diterima oleh masyarakat termiskin di negara A lebih sedikit daripada pendapatan yang diterima oleh kelompok yang sama di negara B. Maka, kondisi ketimpangan di negara A seharusnya lebih parah daripada negara B. Untuk mengatasi kondisi di atas, diperlukan satu indikator lain, ...