Kemiskinan Ekstrem Nyaris Nol tapi Standar Hidup masih Tetap Rendah

Gubernur Jawa Timur menyatakan tingkat kemiskinan ekstrem Provinsi Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 0,29 persen (Antaranews, 12/10). 

Kebijakan atas kondisi kemiskinan ini seharusnya tidak hanya berhenti pada pengamatan atas angka kemiskinan ekstrem namun pada upaya meningkatkan standar hidup masyarakat.   

Kemiskinan ekstrem didefinisikan Bank Dunia sebagai kondisi hidup dengan pendapatan kurang dari $3 per hari. Ambang batas ini, yang dikenal sebagai “Garis Kemiskinan Internasional”. Angka ini membantu kita dapat membandingkan kondisi tingkat kemiskinan antar negara.

Sebagai contoh, Pakistan, India, Tiongkok, dan Indonesia menunjukkan tren penurunan dalam proporsi penduduk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem dari tahun 1977 hingga 2025 (Gambar 1).

Gambar 1. Proporsi penduduk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, 1977 hingga 2025

Pada tahun 1987, tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia mencapai 86,8%, Tiongkok 81,1%, dan Pakistan 80,6% sementara India mencatat 51,8%. 

Sementara data terkini menunjukkan pada tahun 2025 (atau periode terkait), Pakistan berhasil menurunkan tingkat kemiskiann ekstrem menjadi 23% (data tahun 2024), Indonesia 3,7%, India 2,6% (pada tahun 2023), dan Tiongkok 0% (pada tahun 2022) (Gambar 2).

Gambar 2. Proporsi penduduk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, 2025

Namun penggunaan indikator kemiskinan ekstrem dapat menimbulkan distorsi negara kaya dan negara miskin dimana negara-negara kaya dan miskin menetapkan garis kemiskinan yang berbeda untuk mengukur kemiskinan. 

Sebagai contoh, seseorang di Amerika Serikat dianggap miskin jika mereka memiliki penghasilan kurang dari sekitar $27,10 per hari, sementara di negara-negara di Afrika, misalnya Ethiopia, garis kemiskinan ditetapkan lebih dari 10 kali lebih rendah, yaitu $2,59 per hari.

Kita dapat melakukan pengamatan dengan membagi pendapatan menjadi 10 bagian sama besar dan melihat pendapatan yang diterima oleh kelompok terbawah (termiskin) (Gambar 3). 

Gambar 3. Pendapatan atau konsumsi per bulan untuk setiap desil, 2025

Gambar 3 menunjukkan meski keempat negara telah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem, masih terdapat perbedaan standar hidup antar negara, yang ditandai dengan nominal pendapatan yang berbeda-beda yang diterima oleh kelas yang sama (kelas terbawah). 

Pada tahun 2025, kelompok terbawah (termiskin) di Pakistan menerima $70 per bulan (data 2024), Indonesia dan India mendapat kurang lebih sama yakni, masing-masing, $112 dan $114 (data 2023). Sementara Tiongkok mendapat $190 (data 2022).

Maka, secara komparasi antar negara, keberhasilan satu negara mengatasi kemiskinan ekstrem bisa jadi merupakan tahap awal yang sudah dicapai oleh negara lain yang sudah bisa mencapai standar hidup yang lebih tinggi (TS).   


Sumber:

https://jatim.antaranews.com/berita/1106040/gubernur-khofifah-targetkan-kemiskinan-ekstrem-jatim-turun-hingga-nol-persen

Popular posts from this blog

Skewness dan Kurtosis

Jumlah Penduduk Pulau Jawa

Contoh Kurva Lorenz dan Gini Ratio yang Ekstrem

Robustness Check

Household and Agricultural Expenditure Inequality among Orange/Tangerine Farmers in Punten Village, Batu City

Basic Laws of Human Stupidity, Law #5: A stupid person is the most dangerous type of person. A stupid person is more dangerous than a bandit.

Piramida Distribusi Kekayaan Masyarakat Indonesia