Manajemen Kebakaran


Media Indonesia. Senin 5 Juli 2010

Kebakaran besar bermula dari api yang kecil. Seharusnya hal ini sudah bisa diantisipasi sejak dini oleh setiap individu.

Pelatihan penanggulangan kebakaran tampaknya harus menjadi agenda rutin setiap instansi atau kelompok masyarakat.

Tidak perlu repot memberi materi, tinggal undang dinas pemadam kebakaran setempat.

Tidak mengeluarkan uang terlalu banyak, paling hanya untuk mengisi ulang tabung racun api atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pelatihan yang diberikanpun sangat sederhana, mulai dari pengenalan bahaya kebakaran, bahan mudah terbakar, penanganan kobaran api, penggunaan APAR hingga menyemprot dengan menggunakan mobil pemadam.

Bila setiap anggota instansi, atau perusahaan, atau kampus, sudah mendapat pelatihan tersebut, tentu mereka mampu menangani kebakaran kecil di tempat mereka sehari – hari, termasuk di rumah.

Tidak lupa peralatan pemadam api yang harus disiapkan.

Berapa banyak rumah yang dilengkapi APAR? Atau berapa banyak mobil atau bus yang dilengkapi APAR? Jumlahnya masih sangat sedikit.

Padahal APAR sangat efektif untuk memadamkan api yang baru mulai berkobar. Toh harganya tidak terlalu mahal. Ukuran 1 kg hanya 300-an ribu rupiah

Semuanya kembali kepada kesadaran setiap individu.

Bila belum pernah celaka, pasti belum sadar. Ingat, dampak buruk kebakaran yang pasti akan lebih berbekas bukan pada luka bakar atau korban meninggal, namun pada hilangnya harta benda yang sudah susah payah dikumpulkan bertahun – tahun, surat – surat penting yang terbakar, hangusnya mobil atau motor alat transportasi sehari – hari, ataupun hangusnya barang dagangan.

Semua habis dalam sekejap. Semua harus dimulai dari awal lagi. Mulai dari nol.

Tanggung jawab penanganan kebakaran bukan hanya terletak di pundak petugas pemadam. Namun setiap individu harus mampu mencegah bertambah ganasnya api yang berkobar.

Bila api tidak mampu dikuasai, barulah pemadam kebakaran yang turun tangan.

(Thomas Soseco)


Popular posts from this blog

Penelitian Metode Location Quotient untuk Penentuan Sektor Basis di Kabupaten Malang

Desil: Memahami Posisi Relatif dalam Data Sosial Ekonomi

Bringing Blockchain to the Orchard: Roadshow on Smart Ecotourism and Digital Agriculture Across East Java

Angka Pengangguran Turun, tetapi Pasar Kerja Belum Tentu Membaik

Social Capital and Food Security in the Face of Disasters: A New Insight from Rural Households in Indonesia

Robustness Check

Peta Kemiskinan Kabupaten Malang