Edaran Kepala UPT Publikasi Ilmiah tentang Larangan Publikasi pada Jurnal Tidak Bereputasi, Diskontinu, dan Terindikasi Predator

Berdasarkan Surat Edaran Kepala UPT Publikasi Ilmiah Universitas Negeri Malang Nomor 23.7.3/UN32.39/TU/2026 tentang Larangan Publikasi pada Jurnal Tidak Bereputasi, Diskontinu, dan Terindikasi Predatory, beberapa jurnal yang telah diskontinu dari Scopus, memiliki status coverage Scopus yang tidak diperpanjang, terindikasi sebagai predatory journal atau publisher, serta termasuk dalam kategori jurnal bajakan (hijacked journal) adalah sebagai berikut:

1. Retos — Diskontinu dari Scopus

2. Veredas do Direito — Coverage Scopus belum diperpanjang, potensi diskontinu, dan terbatas pada bidang hukum dan kebijakan

3. Edelweiss Applied Science and Technology — Coverage Scopus belum diperpanjang, potensi diskontinu

4. Journal of Management Practices, Humanities and Social Sciences (JMPHSS) — Jurnal bajakan / hijacked journal (https://sahss.com/index.php/jmphss)

5. International Journal of Instruction — Diskontinu dari Scopus

6. International Journal of Education in Mathematics, Science and Technology — Diskontinu dari Scopus

7. Jurnal di bawah publisher Scientia Socialis — Predatory publisher

8. Pakistan Journal of Life and Social Sciences — Diskontinu dari Scopus

9. Jurnal di bawah publisher World Scientific and Engineering Academy and Society (WSEAS) — Predatory publisher

10. Scientific Culture — Diskontinu dari Scopus

11. Jurnal di bawah publisher Sciedu Press — Predatory publisher

12. Journal of Scientometric Research — Predatory journal

13. International Journal of Critical Pedagogy — Coverage Scopus belum diperpanjang, potensi

diskontinu

14. MSW Management — Jurnal bajakan / hijacked journal



Popular posts from this blog

Basic Laws of Human Stupidity, Law #5: A stupid person is the most dangerous type of person. A stupid person is more dangerous than a bandit.

Jumlah Penduduk Pulau Jawa

Skewness dan Kurtosis

Piramida Distribusi Kekayaan Masyarakat Indonesia

Palma Ratio Indonesia

Robustness Check

IFLS: Mencari Variabel