Posts

Showing posts with the label Academic

Pemilihan Jurnal

Image
 Pemilihan jurnal adalah hal penting dalam proses publikasi. Beberapa hal perlu dipastikan agar artikel (yang dalam proses publikasi jurnal sering disebut dengan manuskrip) kita dapat cocok dengan jurnal yang dituju. Manuskrip harus sejalan dengan tema dan ruang lingkup jurnal.  Manuskrip juga harus sesuai dengan gaya selingkung (template) jurnal. Tiap jurnal memiliki gaya selingkung masing-masing. Gaya selingkung ini meliputi struktur tulisan (bagian dan subbagian), teknis penulisan (margin, font size, font type), penulisan tabel dan gambar, dan penulisan referensi. Indeksasi Jurnal Penentuan jurnal sesuai dengan indeksasi yang dimiliki. Seringkali penulis cermat memilih jurnal karena kebutuhan tertentu seperti Sinta atau SCOPUS/WOS. Kredibilitas jurnal juga dipengaruhi oleh pengindeksnya. Indeks SCOPUS dikenal luas sebagai patokan kredibilitas, dengan klasifikasi Quartile 1 sampai Quartile 4. Prioritas pertama adalah SCOPUS Q1 kemudian berurutan adalah SCOPUS Q2, SCOPUS Q3, ...

Manuskrip Ditolak

Image
 Berikut adalah diagram proses review jurnal, dimulai dari proses submit artikel.  Manuskrip Ditolak? Manuskrip dapat ditolak pada tahap desk review dan peer review. Tahap desk review, fokus utama editor adalah menilai apakah manuskrip worth for publication . secara lebih detail, beberapa alasan penolakan pada tahap ini adalah:  Manuskrip tidak sesuai scope dan tema. Manuskrip memiliki kualitas terlalu rendah dari standar minimum jurnal tersebut. Hal-hal teknis di manuskrip tidak sejalan dengan ketentuan jurnal. Contohnya adalah penulisan yang tidak sesuai template, angka kemiripan dan skor AI yang terlalu tinggi, dan penggunaan referensi yang tidak sesuai. Antrian sangat panjang sehingga tidak worthed untuk menunggu publikasi. Pada tahap peer review, alasan penolakan adalah karena penilaian tentang konten dari sejawat ( peer ). Beberapa hal yang menjadi alasan penolakan adalah fokus dan rumusan masalah tidak jelas, metode tidak sesuai atau terlalu lemah, atau hasil penel...

Step by Step Online Submission pada Open Journal Systems (OJS)

Image
Artikel ini menyajikan panduan online submission pada Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan (JESP) yang berbasis Open Journal Systems (OJS). Panduan ini bersumber dari http://ekp.feb.um.ac.id/step-by-step-online-submission-jurnal/ .   Terdapat beberapa tahapan submission jurnal.  1. Tahap Persiapan Manuskrip Tahap ini berarti penulis menyiapkan artikel untuk dikirim ke pengelola jurnal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan artikel sesuai dengan fokus dan lingkup jurnal. Kedua, memformat artikel sesuai dengan gaya selingkung ( template ) jurnal yang dituju. Panduan dapat dilihat author guidelines jurnal.    2. Tahap Registrasi di Jurnal yang Dituju   Beberapa tahap dapat dilakukan:  1. Buka Link  Jurnal yang di pilih. Sebagai contoh memilih Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan. Kemudian pilih “online submission”  2. Pilih “Go to Registration”  3. Isilah form yang ada. Setelah diisi lengkap klik tombol “Register”   4. Buk...

Evidence, Plagiarism, and Referencing in Academic Writing

Image
This note on Evidence, Plagiarism, and Referencing is summarised from the University of Sydney's Learning Hub (Academic Language and Learning) material. When writing university assignments, especially those that require persuasion or critical analysis, it’s important to support points with solid evidence. Different fields rely on different kinds of evidence. For example, in the arts, published works like books or journal articles are usually the main sources, while in the sciences, data from experiments, surveys, or statistics are more commonly used. Not all evidence carries the same weight. When selecting evidence, consider these factors: Relevance: Does the evidence clearly support the argument or show agreement from experts? Reliability: Is the source reputable? For instance, peer-reviewed journals or respected academic publishers add credibility. Does the author have recognised expertise? Was the data collected using proper research methods? Discipline Standards: Different subj...

Research Ethics: A Student Guide

Image
This note is adapted from Chapter 4 of Research Methods: The Basics by Walliman (2011).  Why it matters Research has value only when carried out with honesty. Taking shortcuts or copying others’ work not only undermines your credibility but can also put your academic future at serious risk. Two key areas of ethics  Research integrity – being honest in collecting, analysing, and reporting data. Treatment of participants – showing respect, gaining consent, and protecting privacy. Core Principles Honesty: Report what you actually did and found. Citations: Always reference sources; plagiarism is a serious offence. Acknowledgement: Credit anyone who helped or contributed. Consent: Participants must freely agree to take part, with clear information given. Confidentiality: Keep data private and secure. Transparency: Disclose funding, methods, and any potential bias. Responsibility: Avoid harm and aim to provide benefit through your research. Good Practice Apply for ethics approval if...

Bodoh (?)

Image
Artikel mojok.co (31/03) menampilkan cerita tentang murid yang dicap bodoh di sekolah, yang selalu berada di peringkat 10 terendah di kelas, yang diterima di Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur SNBP (dahulu SNMPTN) (Sumber: mojok.co ). Bukannya pujian, namun malah cemooh yang datang dari guru-guru di sekolah. Tidak ada sambutan apapun karena tidak ada yang menyangka ia justru bisa masuk UB dan menyingkirkan nama-nama lain yang digadang-gadang lolos SNBP. Tentu saja akan ada pembelaan yang muncul: tidak ada murid yang bodoh; semua murid pintar.  Kita harus berpikir lebih jernih mengingat bodoh dan pintar itu relatif.  Seseorang akan disebut bodoh jika ia memiliki nilai lebih rendah dibanding kebanyakan teman-temannya. Sebaliknya, ia akan disebut pintar jika memiliki nilai lebih tinggi dibanding dengan kebanyakan teman-temannya. Ini adalah posisi relatif seseorang terhadap kelompoknya. Dalam statistik, posisi bodoh bisa dilambangkan dengan nilai ekstrim terendah yang lebih ...

"Comprehensive Outlook on Macroeconomic Determinants for Renewable Energy in Malaysia"

Image
Finally published, our latest peer-reviewed journal, entitled "Comprehensive Outlook on Macroeconomic Determinants for Renewable Energy in Malaysia".  Abstract Mitigating global warming has been a challenge, and policymakers are responding to this issue by strengthening the commitment to enhance the renewable energy target from 20 to 31 percent in 2025 for Malaysia. However, adopting renewable energy in stages based solely on microeconomic factors, such as the price of energy, is insufficient. Thus, it is essential to investigate the macroeconomic variables that influence the share of renewable energy in Malaysia. In detail, this study introduces selected macroeconomic indicators, including gross domestic investment, domestic investment, foreign direct investment, trade openness, urbanization, financial development, and carbon emissions level, and their impact on renewable energy in Malaysia. The study utilized ARDL (Auto-Regressive-Distributed Lag) estimation based on annual...

"Household Size and Household Wealth in Indonesia with the Influence of Spatial Aspects"

Image
Finally published, my latest peer-reviewed journal in Economics and Finance in Indonesia - SINTA 2, entitled "Household Size, Education, and Household Wealth in Indonesia: Evidence from Quantile Regression". Abstract Investigating household wealth should also include spatial analysis to capture the influence of location on the households’ net wealth and to avoid underestimation of the effect of the change of variables due to estimation that ignores spatial aspects. This paper examines factors influencing household net wealth in Indonesia with the influence of spatial lag using data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) for 1993–2014. The article relies on the Spatial Durbin Model (SDM) to analyze the data. Results show that household net wealth in Indonesia is spatially related to each other, and the spillover effect makes the change of household net wealth in Indonesia dominated by the change of variables in neighbouring regions. Furthermore, considering the time com...

"Gender Determinant on Multidimensional Poverty Index: Evidence from Indonesia"

Image
Finally published, our latest peer-reviewed journal, Q3-Scopus indexed, entitled "Gender Determinant on Multidimensional Poverty Index: Evidence from Indonesia" in collaboration with Isnawati Hidayah and Ayu Dwidyah Rini.   Abstract Poverty measurement from a non-monetary aspect is needed as low-income individuals are not always multidimensionally poor, and vice versa. The focus should also be on the gender determinant potentially related to the inequality in wage, labour market, and the return of education, which can influence the household’s ability to achieve a higher standard of living and alleviate poverty. This paper discovers the contribution of gender determinants to multidimensional poverty conditions in Indonesia. This paper used logit estimation using National Socioeconomics Survey (Susenas) 2018. The data show that approximately 10% of the Indonesian population is considered vulnerably poor, and severely poor is 3%. The vulnerably and severely poor individuals are...

Panduan Penulisan Tugas Akhir

Image
Penulisan tugas akhir membutuhkan konsistensi dalam pengerjaannya untuk mendapatkan hasil terbaik dalam jangka waktu yang telah ditentukan.  Untuk itu, beberapa hal berikut diperlukan sebagai panduan pengerjaan tugas akhir. Pertama , buat time line projek. Untuk hal ini, peneliti perlu membuat deadline kapan mau menyelesaikan setiap tahap penelitian atau setiap bab. Buatlah jadwal mingguan atau bulanan untuk setiap tahapan penelitian, seperti contoh berikut. Dan jangan lupa, jadwal ini harus ditaati.   Kedua , projek harus terus menerus "dikunjungi" dan dipoles secara berkala. Peneliti perlu menulis atau menambahkan gagasan atau ide baru setiap periode waktu tertentu, meski hanya satu atau dua paragraf.  Perlu mengirim progress projek setiap bulan.  Perlu juga mengirim laporan kemajuan (progress report ) setiap bulan.  Progress report tersebut setidaknya berisi apa yang sudah dikerjakan, apa yang mau dikerjakan, kendala yang dihadapi, dan sebagainya. Ketiga...

"Household Size, Education, and Household Wealth in Indonesia: Evidence from Quantile Regression"

Image
Finally published, my latest peer-reviewed journal, entitled "Household Size, Education, and Household Wealth in Indonesia: Evidence from Quantile Regression".  Abstract Households need to have certain characteristics related to the ideal household size and educational attainment that allow them to accumulate wealth as a financial buffer for a period of low income. Investigation to discover those characteristics should be aimed at household classes as different classes may show various responses to the change of factors, hence, this also implies government’s interventions should be carefully aimed at different classes. In this paper, I use a quantile regression approach to measure the impact of household size and educational level on household net wealth in Indonesia. The findings show the positive and significant effect of the variable of household size in low deciles but a negative and significant effect in high deciles while the education aspect has a positive and signific...

Pembelajaran Tatap Muka dan Pandemi

Image
Sejumlah siswa mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN 065 Cihampelas, Bandung, Senin, 7 Juni 2021. ANTARA/M Agung Rajasa Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dan di mancanegara membuat pemerintah harus membuat pengetatan mobilitas penduduk untuk mencegah penularan virus, termasuk di antaranya adalah harus menutup sekolah-sekolah dan mengalihkan pembelajaran menjadi berbasis daring ( online ). Namun, kebijakan ini membawa implikasi turunnya penguasaan kemampuan siswa. Bahkan, semakin lama durasi penutupan sekolah bisa jadi berbanding lurus dengan penurunan performa belajar siswa. Tidak jarang siswa menjadi putus sekolah karena terlalu lama menjalani pembelajaran daring, membuat mereka menjadi enggan belajar dan memilih untuk bekerja atau menikah. Pemerintah harus meminimalisir durasi penutupan sekolah dan memfokuskan pembelajaran luring ( offline ) karena alasan-alasan berikut:  Pertama, penutupan sekolah bukan kebijakan yang sustainable . Semakin lama penutupan sek...

Teknologi dan Akses Kredit untuk Pengentasan Kemiskinan Perempuan di Perdesaan

Image
Tidak semua yang tinggal di kota terhitung berhasil, dimana mereka yang tersingkir biasanya kalah bersaing karena kompetisi yang ketat, biaya hidup tidak terjangkau, serta prilaku individu yang tidak siap untuk bersaing.  Mereka yang termarginalkan akan terakumulasi menjadi berbagai masalah perkotaan seperti pemukiman kumuh, masalah sosial seperti kriminalitas dan ketimpangan, serta berbagai masalah lingkungan seperti banjir, penggunaan air tanah berlebihan, dan pengelolaan sampah yang serampangan. Kita perlu mempelambat laju perpindahan penduduk dari perdesaan ke perkotaan, atau urbanisasi, agar kota menjadi lebih layak untuk tinggal atau liveable. Kita juga perlu mempromosikan desa karena tinggal di desa juga seharusnya memberi peluang untuk mencapai standar hidup yang sama dengan tinggal di kota. Namun, perdesaan masih tertinggal jauh dari perkotaan dalam hal kapasitasnya untuk memberi kepuasan yang sama dengan perkotaan. Mereka yang enggan tinggal di desa biasanya didasari oleh...

BI TETAPKAN 5 PEMENANG LOMBA KARYA ILMIAH STABILITAS SISTEM KEUANGAN 2021

Image
​ No.23/319/DKom Bank Indonesia menetapkan pemenang Lomba Karya Ilmiah Stabilitas Sistem Keuangan (LKISSK) yang mengangkat tema “ Inovasi Asesmen dan Kebijakan Dalam Rangka Mendorong Intermediasi Sektor Keuangan Guna Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi ". Acara diselenggarakan secara virtual pada 6 Desember 2021 bersamaan dengan Seminar Riset Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) 2021 dengan tema “ Peran Keuangan Berkelanjutan dalam Mendukung Terjaganya Stabilitas Sistem Keuangan " sebagai puncak acara LKISSK 2021.   Adapun pemenang LKISSK 2021 adalah:     Nama Judul Karya Ilmiah Akses Materi Juara 1 Mohammad Indra Maulana Ketidakseimbangan Penawaran dan Permintaan Kredit di Indonesia Selama Periode Pandemi Covid-19 Seluruh karya ilmiah pemenang dapat dilihat di bagian lampiran siaran pers dan v ideo presentasi pada  link youtube berikut. Juara 2 Idrianita Anis Sustainability Awareness  Institusi Perbankan di Indonesia dan Implikasinya terhadap Efisiensi Operasional ...